` Portal Kecamatan Pamulang
20 November 2019
Breaking News

Petani Bakar Lahan 100 Hektare

Pekanbaru - Petani satu ini berdalih membakar semak belukar untuk dijadikan pupuk alami. Ulahnya itu malah membakar 100 hektare lahan milik warga lainnya. Ia pun jadi tersangka.

"Petani ini kita tangkap berdasarkan laporan warga yang sengaja membakar lahan. Akibat ulahnya 100 hektare lahan pertanian milik warga terbakar," kata Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Z Pandra Arsyad kepada detikcom, Kamis (20/2/2014).

Dia menjelaskan tersangka adalah Sucipto (44) warga Kecamatan Tebing Tingggi Kab Kepulauan Meranti, Riau. Dia mengaku ingin mengelola tanahnya seluas 3 hektare untuk ditanami sayuran.

Lantas dia berniat untuk membuat pupuknya. Ranting-ranting dikumpulkan dalam lubang besar lebar 5m x kedalaman 50 cm, selanjutnya dengan bermodalkan korek api ban bekas dijadikan penyulutnya.

"Tersangka berdalih membuat pola itu untuk dijadikan pupuk alami. Pupuk itu akan digunakan saat musim hujan nanti," kata AKBP Pandra.

Hanya saja persoalannya, lanjut Pandra, kobaran api di lahan milik petani itu menjalar ke lahan lainnya. Gara-gara itu, ada 100 hektare lahan di sebelahnya turut hangus.

"Barang bukti yang kita amankan, potongan ban motor untuk menyulut api, gunting, korek api," kata Pandra.

"Sekarang ada dua tersangka pembakar lahan di wilayah hukum kita," kata Pandra.

Sementara itu, data di Mapolda Riau, saat ini jumlah tersangka pembakar lahan menjadi 13 orang. Proses pemeriksaan tetap dilakukan di masing-masing Polres.

Di Polres Bengkalis ada 4 tersangka pembakar lahan, Polres Rokan Hilir 4 tersangka, Polres Inhi, 2, Poltabes Pekanbaru 1 dan Polres Kepulauan Meranti 2.